Dari Pulau Terpencil Menuju Jambore Nasional: Siswa MIN Kupang Rombel Pulau Kera Harumkan Nama MIN Kupag
MINKupang – Keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Hal itu dibuktikan oleh siswa MIN Kupang Rombel Pulau Kera yang berhasil lolos seleksi sebagai peserta Jambore Daerah Nusa Tenggara Timur sekaligus dipercaya mewakili Kwartir Cabang Kabupaten Kupang pada Jambore Nasional (Jamnas) 2026 di Cibubur, Jakarta.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri mengingat para siswa berasal dari Pulau Kera, sebuah pulau terpencil di Kabupaten Kupang yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan. Masyarakat di pulau tersebut hidup tanpa ketersediaan air bersih yang memadai, belum menikmati layanan listrik secara permanen, serta memiliki akses jaringan internet yang sangat terbatas. Meski demikian, semangat belajar, disiplin, dan kegigihan para siswa tidak pernah surut.
Sebelum mengikuti Jambore Nasional, para peserta terlebih dahulu mengikuti Jambore Daerah Nusa Tenggara Timur yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Fatubena, Kota Kupang, pada 27 Juli hingga 2 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh kontingen dari 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Nusa Tenggara Timur sebagai ajang pembinaan karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan persaudaraan antaranggota Pramuka.
Selanjutnya, pada 4 Agustus 2026, Kontingen Jambore Nasional Kwarcab Kabupaten Kupang secara resmi dilepas oleh Bupati Kupang di Kantor Bupati Kupang. Pelepasan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah kepada para peserta yang akan membawa nama baik Kabupaten Kupang di tingkat nasional.
Pada 6 Agustus 2026 pukul 10.00 WITA, Kontingen Jambore Nasional Kwarcab Kabupaten Kupang bergerak menuju Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur untuk bergabung bersama seluruh kontingen provinsi. Di hari yang sama, Kontingen Jambore Nasional NTT diberangkatkan menuju Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, untuk mengikuti Jambore Nasional 2026.
Kepala MIN Kupang (Habibi, S. Pd.I) beserta seluruh dewan guru menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan siswa Rombel Pulau Kera yang mampu menembus seleksi hingga tingkat nasional. Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa anak-anak dari daerah terpencil memiliki potensi yang sama untuk berprestasi apabila mendapatkan kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang baik.
"Kami sangat bangga atas perjuangan dan semangat anak-anak kami dari Pulau Kera. Keterbatasan fasilitas bukan menjadi alasan untuk berhenti bermimpi. Semoga mereka dapat menjaga nama baik madrasah, Kabupaten Kupang, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur di Jambore Nasional," ujar Kepala MIN Kupang.
Dukungan dan doa juga terus mengalir dari para guru MIN Kupang agar seluruh peserta diberikan kesehatan, keselamatan, serta mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Mereka berharap pengalaman di Jambore Nasional akan membentuk karakter kepemimpinan, kemandirian, disiplin, dan semangat kebangsaan yang kelak menjadi bekal bagi para siswa untuk membangun daerahnya.
Keberhasilan siswa MIN Kupang Rombel Pulau Kera menjadi bukti bahwa prestasi tidak ditentukan oleh lengkapnya fasilitas, melainkan oleh semangat, kerja keras, dan tekad untuk terus maju. Dari sebuah pulau terpencil di pesisir Kabupaten Kupang, lahir generasi muda yang siap mengukir prestasi dan mengharumkan nama daerah di panggung nasional.
Editor
Ishak Dusu